Tulisan di Blog atau Status Facebook Bisa Jadi Buku, Lo

Semua tulisan bisa menjadi buku. Ya, semua tulisan. Tidak hanya naskah buku teks, pengetahuan, novel, puisi dan cerpen. Isi blogmu, kumpulan statusmu di Facebook, kumpulan twitmu di twitter, bahkan catatan harianmu di buku diary juga bisa dijadikan buku. Bagaimana caranya?

Kumpulkan semua tulisanmu itu dalam satu file — microsoft word atau sejenisnya — lalu kirimkan kepada kami. Kamu tinggal duduk manis dan menunggu kabar dari kami. Biayanya? Murah kok. Tidak akan bikin kantong kamu bolong. Yang perlu kamu tahu, ada beberapa komponen biaya untuk penerbitan buku. Apa saja?

Pertama, biaya editing. Ini untuk membuat tulisanmu menjadi rapi baik dari struktur maupun bahasanya. Soalnya kadang-kadang orang nulis di blog suka tidak teliti, ada salah kata, bahkan struktur kalimatnya keliru atau tidak jelas, termasuk salah ejaan. Ini semua harus dirapikan agar bukumu nanti enak dibaca. Berapa biayanya? Standar pasarannya sih minimal Rp 10.000 per halaman. Bahkan ada yang sampai Rp 100.000 per halaman. Tapi kamu tidak perlu pusing jika ingin menerbitkan buku lewat kami. Semua bisa dibicarakan dengan baik-baik dan manis.

Kedua, biaya layout ini dihitung perhalaman antara Rp. 5.000 hingga Rp.20.000 perhalaman, tergantung tingkat kesulitan. Kalau bukumu isinya hanya teks, ya biayanya cukuop Rp. 5.000 perhalaman. Kalau buku isinya 40 persen gambar dan grafik, ya Rp.10.000 perbuku. Kalau full gambar semua bisa Rp 20.000 perhalaman. Jika bukumu adalah kumpulan puisi, cerpen, novel, catatan harian, kumpulan status facebook, kultwit di twitter, atau tulisan lainnya di blog, tentu biaya layout cukup Rp. 5 ribu perhalaman. Kalau bukumu cuma 80 halaman, biaya layoutnya hanya Rp 400.000 (empat ratus ribu rupiah).

Ketiga, desain cover. Tentu bukumu akan menarik dengan cover atau kulit muka yang menarik. Nah, cover itu tidak asal bikin. Desainer cover harus membaca naskahmu, lalu (jika perlu) berdikusi denganmu, sebelum merancang cover. Berapa biayanya? Pasarannya sih di Jakarta Rp. 500.000 percover untuk buku-buku biasa. Tapi jangan khawatir, jika Anda menerbitkan buku lewat kami, biaya desain cover ini juga bisa dibicarakan baik-baik. Tidak akan membuat kantongmu bolong, apalagi monyong, haha….

Keempat, biaya cetak. Di dalamnya banyak komponen, tapi kamu akan pusing jika tahu satu persatu: mulai dari biaya plat, film, kertas, proses cetak, sisir, laminating cover, embos, jilid, potong, hingga wrappig (bungkus plastik). Yang perlu kamu tahu: biaya cetak itu makin murah jika oplah cetakmu itu makin banyak. Contoh, jika kamu cuma cetak 100 eksemplar buku (100 halaman) harga perbukunya bisa mencapai 35.000 per buku. Tapi jika kamu mencetak 500 eksemplar biaya cetak perbuku bisa cuma Rp 10.000 perbuku. Itu hanya ilustrasi, contoh.

Mengapa begitu? Dalam dunia cetak-mencetak, biaya plat, film, jilid, dan wrapping, dan proses cetak itu kena biaya tetap (minimum). Jadi mencetak 100, 500 atau 1000 itu sama saja biaya tetap itu — kamu hanya perlu menambah kertas. Misalnya, biaya tetap untuk sekali proses cetak Rp 2.000.000. Misal lo. Mau cetak 100 buku atau 2000 buku, biaya tetap ya segitu. Kamu hanya perlu nambah biaya kertas saja. Kalau cetak 100 buku, biaya kertasnya 1.500.000 maka total biaya cetakmu Rp. 3.500.000 (2.000.000 + 1.500.000). Sehingga jika dibagi 100 buku, maka biaya cetak perbuku adalah 35.000. Tapi jika kamu cetak 500 buku, biaya kertas misalnya kena Rp. 3.000.000, maka total biaya yang kamu bayarkan adalah 5.000.000. Jika dibagi menjadi 500 buku, maka jatuhnya Rp. 10.000 per buku.

BAIKNYA, saya cetak berapa buku? Ini mungkin pertanyaanmu. Itu tergantung kebutuhan. Jika cuma untuk kenang-kenangan ulang tahun dan tamumu tak lebih 50 orang, ya cukup cetak 50 buku. Atau mau ikut lomba, bisa cetak 15 buku. Ya minimal cetak 15 bukulah. Tapi kalau niatnya mau ditaruh di toko buku Gramedia ya kamu harus cetak minimal 1.000 (seribu) eksemplar buku. “Emang buku saya bisa ditaruh dan dijual di Gramedia?” Bisa banget. Ada biayanya? Gak ada. Cuma biaya angkut doang dari percetakan ke distributor.

Kelima, biaya kirim. Biaya kirim beda-beda tergantung daerah dan moda transportasi yang dipilih. Ini tidak bisa dinegosiasikan, karena biaya itu dibayarkan ke pihak ketiga (Pos, JNE, TIKI, Wahana, mobil box, Grab, Uber, Gojek, atau perusahaan ekspedisi/pengiriman lainnya). Ini kamu sendiri yang pilih mau dikirim pakai apa. Tapi kami akan membantu mencarikan perusahaan pengiriman dengan biaya termurah. Asyik kan. [MI]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *