Kumpulan Puisi Ditolak Penerbit? Ini Solusinya

“Saya sudah menawarkan naskah buku puisi ke mana-mana, tapi tak ada penerbit yang mau. Semua menolak.” Curhat seperti ini kerap kita dengar dari para penulis puisi dan penyair. Mengapa penerbit menolak? Jawabannya sederhana saja: tingkat penjualan buku puisi sangat rendah. Penerit, sebagai perusahaan bisnis, tentu tak ingin rugi dengan menerbitkan buku puisi. Buku puisi penyair terkenal saja belum tentu laku, apalagi buku puisi penyair yang baru menulis puisi. Lalu, bagaimana penulis puisi atau penyair menerbitkan buku?

Terbitkan sendiri saja. Terbitkan secara indie. Kumpulkan puisimu dalam satu file, beri sedikit kata pengantar, tambahkan testimoni dari penyair lain atau pengamat sastra (jika perlu, tidak mutlak), buat daftar isi, lalu kirimkan kepada kami. Oh ya, ada yang bertanya, bagusnya urutan puisi di buku kitu berdasarkan tahun pembuatan atau tema? Dua-duanya boleh. Jika ada dua-tiga tema besar ya urutkan sesuai tema. Jika temanya gado-gado, ya urutkan berdasarkan tahun penulisan/penciptaan saja. Jangan dibikin puising.

Bagaimana dengan layout dan cover? Jika kamu bisa melayout dan membikin cover sendiri silakan. Kamu tidak akan kena biaya untuk layout dan bikin cover. Bisa juga minta tolong temanmu, kenalan, atau barangkali tetangga yang bisa mengerjakan itu — biayanya tinggal dinegosiasikan saja dengan mereka. Kalau kamu ngirim naskah mentah ya kena biaya layout dan biaya cover. Biaya layout puisi itu ya Rp 5.000 – Rp. 7.000 perhalaman. Adapun biaya cover Rp. 400.000-500.000 percover. Kedua hal ini nanti bisa dibicarakan dengan asyik.

Lalu bagaimana dengan ISBN? Untuk mengurus ISBN, Perpustakaan Nasional di Salemba, Jakarta Pusat, tidak mengenakan biaya. Kalau kamu di Jakarta, nanti kami kirimkan pengantar pengurusan ISBN ke emailmu, kamu tinggal datang ke Perpustakaan Nasional. Gampang kok. Mungkin sekitar 15 menit jadi. Paling lama, kalau lagi banyak yang ngantri ya setengah jam. “Waduh, saya sibuk sekali,” katamu. Kalau mau diurus tim kami juga bisa, tapi dikenakan biaya tranport tim kami yang datang mengurusnya ke Salemba. Apa tidak bisa lewat email atau internet? Bisa sih. Tapi nunggunya bisa semingguan baru keluar ISBN. Kalau mau nunggu dan tidak buru-buru, ya silakan saja.

Setelah layout, cover, ISBN kelar, tinggal cetak saja. Biayanya? Tergantung tebal bukumu dan jumlah buku yang kamu mau cetak. Makin banyak oplah (jumlah buku yang dicetak) makin murah biaya cetak perbukunya. Ilustrasinya begini. Anggap saja buku puisimu jumlah halamannya 100 ya. Ini untuk mudahnya saja. Jika kamu cuma cetak 25 eksemplar biayanya bisa Rp 35 ribu perbuku. Tapi jika kamu cetak 500 eksemplar, biayanya bisa Rp. 10.000 perbuku. Tapi, bagusnya berapa eksemplar yang perlu dicetak? Ya tergantung kebutuhanmu. Kalau mau murah, kami sarankan cetak 500 eksemplar. Kalau cuma butuhnya 25 buku ya cetaknya segitu saja.

Berapa lama prosesnya? Kalau cetak di bawah 100 ya 3-4 hari kelar. Kalau cetak di atas 200 butuh waktu seminggu. Ada pertanyaan? Jangan sungkan-sungkan bertanya HP/WA 0813-8000-4948 atau lewat email: cetakbukujkt@gmail.com. [MI]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *